Bekasi Siaga DBD! 1.583 Warga Terinfeksi, Kelompok Usia Ini Paling Banyak Terjangkit
Bekasi, HaloBekasi.com — Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat 1.583 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka ini menegaskan bahwa DBD masih menjadi ancaman kesehatan yang serius bagi warga setempat.
Berdasarkan data hingga 2 Juni 2026, kelompok usia produktif menjadi korban paling banyak. Lonjakan ini memicu pemerintah daerah untuk memperketat langkah mitigasi guna mencegah penularan yang lebih luas.
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, menjelaskan bahwa usia 15 hingga 44 tahun mendominasi grafik penularan.
Berikut adalah rincian sebaran kasus DBD di Kota Bekasi berdasarkan kelompok usia:
Usia 15–44 tahun: 775 kasus (tertinggi) Usia 5–14 tahun: 422 Kasus
usia di atas 44 tahun: 223 Kasus
usia 1–4 tahun: 141 Kasus
bayi di bawah 1 tahun: 22 Kasus
tren Kasus Tiga Tahun Terakhir meski angka penularan hingga Mei 2026 ini masih di bawah total kasus sepanjang tahun 2025 yang mencapai 4.045 kasus, Dinkes meminta warga tidak lengah.
Jika menilik riwayatnya, tren DBD di Kota Bekasi berfluktuasi tajam dalam tiga tahun terakhir:
Tahun 2023: 1.220 Kasus
tahun 2024: 4.167 kasus (lonjakan tertinggi)
?Tahun 2025: 4.045 Kasus
Langkah Mitigasi Pemerintah Daerah pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan berbagai strategi untuk memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti. Langkah tersebut meliputi:
Regulasi: Penerbitan surat edaran Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Surveilans: Pelaksanaan investigasi epidemiologi di lokasi temuan kasus.
Kesiapan Faskes: Aktivasi sistem Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS).
Logistik: Pendistribusian rapid test DBD, larvasida, dan insektisida ke puskesmas.Selain tindakan medis dan birokrasi, Dinkes menggandeng pihak kelurahan, kecamatan, dan sekolah untuk menggalakkan gerakan Jumat Bersih.
Edukasi mengenai gejala dini DBD juga terus disebarkan melalui media sosial.Dinkes menegaskan bahwa penguatan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di tingkat RT/RW dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah adalah kunci utama agar kasus tidak kembali melonjak.* (Wan)






Komentar via Facebook