Zulhas Apresiasi Groundbreaking PSEL Bekasi, Tekankan Pentingnya Pemilahan Sampah dari Hulu

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 26 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Zulhas Apresiasi Groundbreaking PSEL Bekasi, Tekankan Pentingnya Pemilahan Sampah dari Hulu

Photo dok, HaloBekasi.com

Bekasi, HaloBerita.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Kota Bekasi dalam mempercepat penanganan sampah melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang.

Hal tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri groundbreaking PSEL sekaligus membuka Apel GEBRAK (Gerakan Energi Bersih, Reduksi Sampah, Aksi Pilah, Kolaborasi Inovatif) di Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Zulhas menilai pembangunan PSEL merupakan solusi strategis di sisi hilir untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu yang saat ini menampung sekitar 1.800 ton sampah per hari dari warga Kota Bekasi.

"Perlu kita tekankan bersama, groundbreaking pembangunan PSEL hari ini adalah solusi strategis di sisi hilir untuk mengurangi beban TPA Sumur Batu... melalui teknologi modern waste-to-energy," ujar Zulhas.

Kunci Keberlanjutan Ada di Tangan Masyarakat

Meski mendukung pembangunan infrastruktur pengolahan sampah, Zulhas menegaskan bahwa teknologi saja tidak cukup. Keberlanjutan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya atau sisi hulu.

"Aksi reduksi dan pilah sampah harus berjalan dari meja makan, dapur rumah tangga, lingkungan RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan," tegas Zulhas.

Ia mengingatkan bahwa pengurangan volume sampah secara berkelanjutan dari hulu adalah kunci agar TPA tidak kembali mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity). Zulhas juga meminta seluruh pihak untuk mengawal pembangunan PSEL agar berjalan tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

"Buktikan bahwa Bekasi yang asri bukanlah sekadar cita-cita, melainkan realitas yang kita wariskan untuk generasi mendatang. Mulailah hari ini, dari tempat kita berdiri. Perangi sampah untuk Indonesia dan Kota Bekasi yang lebih asri," pungkasnya.

Tri Adhianto: Masih Ada PR 300 Ton Sampah per Hari

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari camat, lurah, aparat keamanan, hingga ketua RW dan RT, untuk memaksimalkan fungsi bank sampah di lingkungan masing-masing.

Tri berharap gerakan pengurangan dan pemilahan sampah dapat disosialisasikan secara masif hingga ke pelosok kota. Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku kebersihan dimulai dari lingkup terkecil seperti rumah, sekolah, dan kantor.

"Mulai dari kebersihan diri di lingkungan rumah, sekolah, kantor, yang bisa kita pilah agar tidak semua masuk ke Bantargebang lagi. Ingat, kita masih ada 300 ton menjadi PR (pekerjaan rumah) setiap harinya," tegas Tri Adhianto.

Apel GEBRAK yang dibuka secara resmi oleh Menko Zulhas ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih bersih dan berkelanjutan di Kota Bekasi.* (Egi)