Integritas Lurah Jatisampurna Diragukan, Menghindar Saat Dikonfirmasi Terkait Proyek Drainase Diduga Bermasalah

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 01 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Integritas Lurah Jatisampurna Diragukan, Menghindar Saat Dikonfirmasi Terkait Proyek Drainase Diduga Bermasalah

Bekasi, HaloBekasi.com - Transparansi publik di wilayah Jatisampurna kembali dipertanyakan. Proyek drainase di depan RSUD Jatisampurna yang menelan anggaran fantastis senilai Rp281.555.000 diduga dikerjakan secara serampangan.

Ironisnya, Lurah Jatisampurna Cecep Kartawiria, yang notabenenya sebagai pengawas wilayah justru memilih bungkam dan menghindar saat hendak dikonfirmasi oleh awak media, Kamis (30/5/2026).

Berdasarkan pantauan langsung tim gabungan media HaloBekasi.com, CNI (Crimenewsinvestigasi.com), dan Warta Daerah pada Rabu (30/04/2026), proyek yang dikerjakan oleh PT Saroha Nauli Cemerlang ini menunjukkan indikasi kuat terjadinya malpraktik konstruksi.

Fakta di Lapangan: Air Mengalir di Bawah Beton

Di lokasi pintu masuk RSUD Jatisampurna, beton U-Ditch yang baru terpasang terlihat tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Alih-alih mengalir di dalam saluran beton, debit air justru terlihat merembes dan mengalir melalui kolong atau bagian bawah beton.

Foto : Air mengalir dari bawah beton

Hal ini diduga kuat terjadi karena pemasangan beton dilakukan tanpa alas dasar (pasir urug atau lantai kerja) yang sesuai standar teknis. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengancam kekuatan struktur jalan di area vital rumah sakit akibat pengikisan tanah di bawah beton.

Pejabat Setempat "Alergi" Wartawan

Saat tim media mencoba melakukan konfirmasi kepada Lurah Jatisampurna guna meminta klarifikasi mengenai pengawasan pengerjaan tersebut, pejabat terkait justru menunjukkan sikap tidak kooperatif. Alih-alih memberikan penjelasan sebagai bentuk akuntabilitas, Lurah justru terkesan menghindar dari kejaran wartawan.

"Seharusnya pejabat publik berani memberikan keterangan jika pengerjaan memang sudah sesuai spesifikasi. Jika menghindar, wajar jika muncul spekulasi ada 'main mata' antara pihak pelaksana dan oknum pengawas," ujar salah satu awak media di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, PT Saroha Nauli Cemerlang maupun pihak Kelurahan Jatisampurna belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pengerjaan asal-asalan yang berisiko memicu banjir dan kerusakan infrastruktur tersebut.

Warga berharap Inspektorat dan Dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan audit investigasi sebelum serah terima pekerjaan dilakukan sepenuhnya.* (wan/yo)