Panglima GERAM Imbau Massa Demo 27 Agustus Jaga Ketertiban: Jangan Anarkis, Hormati Hak Warga Lain
Foto: Arya R. Wijaya Panglima Aliansi GERAM
Jakarta, HaloBekasi.com – Panglima Aliansi Gerakan Rakyat Merdeka (GERAM), Arya R. Wijaya, menyerukan kedisiplinan tinggi kepada para peserta aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada 27 Agustus 2026. Meski mendukung tuntutan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh berbenturan dengan ketertiban umum.
Dalam keterangannya kepada media, Senin (24/8) malam, Arya menyatakan dukungan prinsipil terhadap langkah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Namun, ia memberikan catatan keras agar aksi tersebut tidak berujung pada tindakan anarkis yang dapat meresahkan masyarakat luas.
"Jangan anarkis, jangan sampai aktivitas masyarakat umum terganggu," tegas Arya.
Arya mengingatkan bahwa meskipun Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan menjamin hak menyampaikan pendapat di muka umum, hak tersebut memiliki batasan. Demonstran, menurutnya, memiliki kewajiban moral dan hukum untuk melindungi ketertiban umum selama aksi berlangsung.
"Menyampaikan pendapat... memang dilindungi konstitusi dan Undang-undang, tetapi massa aksi juga harus bisa melindungi ketertiban umum dengan cara tidak melakukan aksi anarkis," ujarnya.
Selain mengimbau para pendemo, pria kelahiran Jakarta 1970 yang memiliki keturunan darah Panjalu ini juga mengajak warga Jakarta untuk tetap tenang. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang berpotensi memicu ketidakstabilan situasi.
"Anak Jakarta harus bisa jaga keamanan lingkungannya, jangan terprovokasi pada tindakan yang bisa mengganggu ketertiban umum," imbaunya.
Aksi demo 27 Agustus mendatang diperkirakan akan menarik perhatian luas seiring dengan desakan publik terhadap percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen pemberantasan korupsi. GERAM berharap aspirasi tersebut dapat tersalurkan secara konstitusional tanpa mengorbankan rasa aman warga ibu kota.* (Egi)






Komentar via Facebook