Festival Teater Remaja Jabar 2027: Lembur Pakuan Disiapkan Jadi Panggung Kreativitas Pelajar

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 10 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Festival Teater Remaja Jabar 2027: Lembur Pakuan Disiapkan Jadi Panggung Kreativitas Pelajar

Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara, Mursali Bachtiar

Subang, HaloBekasi.com — Kawasan Taman Buni Sora, Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat, disiapkan menjadi panggung kreativitas pelajar dalam Festival Teater Remaja tingkat SMA/SMK se-Jawa Barat yang direncanakan berlangsung pada April-Mei 2027.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara, Mursali Bachtiar atau yang akrab disapa Kang Arya, saat melakukan survei langsung ke kawasan Taman Buni Sora, Subang, Selasa (8/9/2026).

Kang Arya mengatakan, festival teater tersebut semula dirancang berlangsung di Gedung Sate, Bandung. Namun, setelah dilakukan pembahasan bersama sejumlah komunitas, muncul gagasan untuk memusatkan kegiatan di kawasan Lembur Pakuan.

"Awalnya kami merencanakan berlangsung di Gedung Sate, Bandung. Tetapi setelah berdiskusi secara intens dengan komunitas, kami lebih cenderung menyelenggarakannya di Lembur Pakuan," kata Kang Arya kepada wartawan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa lokasi tersebut belum ditetapkan secara final. Kepastian tempat akan dibahas lebih lanjut setelah Komunitas KDM Nusantara melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada awal Oktober 2026.

Menurut Kang Arya, Taman Buni Sora memiliki sejumlah keunggulan sebagai lokasi festival. Selain menawarkan suasana kawasan wisata yang menarik, Lembur Pakuan juga dinilai telah menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi masyarakat.

Pada akhir pekan, jumlah pengunjung kawasan tersebut diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 orang.

Namun, faktor utama yang mendorong pemilihan Lembur Pakuan bukan semata-mata aspek pariwisata. Festival tersebut juga diproyeksikan menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan gagasan "Teater Masuk Sekolah" yang digagas Dedi Mulyadi.

"Teater Masuk Sekolah adalah inisiatif KDM. Sebagai Ketua Komunitas KDM Nusantara, saya ingin ikut merealisasikannya karena program tersebut sangat bagus. Langkah awalnya adalah dengan menggelar festival teater tingkat remaja ini," ujarnya.

Kang Arya menjelaskan, festival tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi dan pertunjukan bagi pelajar SMA/SMK. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan mengembangkan kemampuan seni.

Melalui panggung teater, para pelajar akan mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan seni peran, membangun kepercayaan diri, berkomunikasi, bekerja dalam tim, sekaligus belajar menyampaikan gagasan kepada masyarakat.

Ia menilai teater memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda karena prosesnya menuntut kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, keberanian, serta kepekaan terhadap lingkungan sosial.

"Teater bukan hanya soal bermain peran. Di dalamnya ada pendidikan karakter, kerja sama, kedisiplinan, komunikasi dan kreativitas," katanya.

Konsep Festival Diubah

Dalam konsep awal, festival akan digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Kelompok teater pelajar dari berbagai daerah nantinya mengikuti tahapan seleksi sebelum melaju ke tingkat provinsi.

Namun, konsep tersebut kini mengalami perubahan seiring dengan rencana pemusatan kegiatan di Taman Buni Sora.

Apabila rencana tersebut terealisasi, festival tidak lagi menggunakan pola penyisihan di masing-masing kabupaten/kota. Seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di satu lokasi dan berlangsung selama sekitar satu bulan pada Sabtu dan Minggu dalam rentang April-Mei 2027.

Konsep tersebut diharapkan membuat festival menjadi ruang pertemuan besar bagi komunitas teater pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Selain berkompetisi, para peserta juga dapat saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta memperkenalkan beragam karya dan karakter seni teater dari daerah masing-masing.

Survei ke Taman Buni Sora menjadi bagian dari tahapan awal Komunitas KDM Nusantara untuk mematangkan konsep penyelenggaraan festival yang ditargetkan melibatkan pelajar SMA/SMK dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan menjadi momentum untuk membangun ekosistem teater pelajar yang lebih kuat serta membuka ruang yang lebih luas bagi implementasi gagasan "Teater Masuk Sekolah" di Jawa Barat.

Dengan demikian, panggung Taman Buni Sora tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, keberanian, dan karakter generasi muda Jawa Barat.* (Eg)