Jika MBG Yang Diterima Tidak Layak, Wamentan RI: Penerima Manfaat Berhak Menuntut Perbaikan Kualitas ke SPPG

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 26 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jika MBG Yang Diterima Tidak Layak, Wamentan RI: Penerima Manfaat Berhak Menuntut Perbaikan Kualitas ke SPPG

Jakarta, HaloBekasi.com - Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Sudaryono atau yang lebih akrab disapa Mas Dar buka suara terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mas Dar menyatakan bahwa, pemerintah tidak menutup mata dan tidak menutup telinga terhadap berbagai isu dalam program Makan Bergizi Gratis, ketika ada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar standar operasional tindakan langsung di ambil. 

“Hari ini BGN menghentikan sementara 1512 dapur SPPG di pulau jawa karena tidak menjalankan SOP dengan baik, rinciannya di DKI Jakarta 50 unit, Banten 62 unit, Jawa Barat 350 unit, Jawa Tengah 54 unit, Jawa Timur 788 unit dan di Yogyakarta 208 unit,” ungkapnya, baru-baru ini.

Langkah ini, lanjut Mas Dar, menunjukan bahwa program ini diawasi dengan serius, yang melanggar akan ditindak dan yang masih kurang akan dibenahi karena makan bergizi gratis adalah hak anak-anak bangsa yang dibiayai dari pajak rakyat maka kualitasnya harus benar-benar dijaga.

“Jika MBG yang diterima dinilai tidak layak, penerima manfaat atau orang tua penerima manfaat berhak menuntut perbaikan kualitas langsung ke SPPG masing-masing atau ke BGN melalui hotline Call 127 atau melalui WhatsApp 081110008008,” ujarnya.

Karena, lanjut Mas Dar, pada akhirnya yang sedang dijaga bukan sekedar sebuah program pemerintah melainkan kesehatan anak-anak kita hari ini dan masa depan bangsa ini esok hari.

Dari makanan yang mereka terima tumbuh harapan agar generasi Indonesia menjadi lebih kuat lebih cerdas dan lebih siap melangkah membangun negeri.

“Itulah sebabnya kualitasnya dijaga, pelaksanaannya harus diawasi dan setiap kekurangan harus segera diperbaiki, sebab dibalik program ini ada masa depan generasi Indonesia yang sedang dipersiapkan,” pungkasnya.**