Tragedi Berdarah di Jatisampurna: Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan, Paman Luka Parah di Leher

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 29 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tragedi Berdarah di Jatisampurna: Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan, Paman Luka Parah di Leher

Bekasi, HaloBekasi.com - Sebuah tragedi memilukan menggemparkan warga Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Rabu (27/5/2026) malam. Seorang balita laki-laki berinisial A (2) ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tusuk parah di sebuah rumah kontrakan RT 02 RW 10. Jl Saija.

Di lokasi yang sama, paman korban berinisial G (18) juga ditemukan tergeletak kritis dengan luka sayat serius di bagian leher.

Peristiwa kelam ini pertama kali terendus oleh warga sekitar pukul 22.00 WIB. Ketua RT setempat, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa warga sempat mendengar suara teriakan histeris dan tangisan dari dalam rumah kontrakan tersebut.

Kecurigaan semakin menguat ketika nenek korban, M (60), histeris saat pulang bekerja dan mendapati ruang tengah rumahnya sudah bersimbah darah. Warga yang datang memadati lokasi langsung menemukan balita A dan pamannya, G, sudah terkapar di lantai.

"Kondisi tubuh balita sangat memprihatinkan dengan luka tusuk parah di beberapa bagian tubuh hingga organ dalam keluar. Sementara pamannya, G, masih hidup dengan luka parah di leher seperti terkena senjata tajam," ujar Taufik, Kamis (28/5/2026).

Warga segera melarikan kedua korban ke RSUD Jatisampurna. Namun, nyawa balita A tidak tertolong. Jenazah korban kini telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi.

Sementara itu, paman korban, G, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Jatisampurna akibat luka parah di lehernya.

Di tempat kejadian perkara (TKP), warga menemukan sebilah pisau dapur yang diduga kuat menjadi alat dalam peristiwa berdarah tersebut. Pisau tersebut kini telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti.

Diketahui, balita A selama ini tinggal bersama nenek dan pamannya di kontrakan tersebut selama kurang lebih satu tahun. Sang nenek yang bekerja serabutan kerap meninggalkan korban bersama pamannya di rumah.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam, mengumpulkan bukti-bukti, dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Polisi belum menetapkan tersangka maupun membeberkan motif pasti di balik peristiwa tragis yang merenggut nyawa balita tak berdosa tersebut.* (Wan)