Reformasi SPMB Kota Bekasi 2026: Jalur Prestasi Kini Wajib Tes CAT, Celah

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 07 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Reformasi SPMB Kota Bekasi 2026: Jalur Prestasi Kini Wajib Tes CAT, Celah

Bekasi, HaloBekasi.com – Dinas Pendidikan Kota Bekasi resmi merombak total skema Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Mengusung misi transparansi, jalur prestasi yang selama ini dianggap rawan manipulasi kini diperketat dengan penerapan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa predikat "prestasi" benar-benar mencerminkan kompetensi akademik siswa, bukan sekadar deretan angka di atas kertas.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibhowo Mahartoyo Sukmo, menegaskan bahwa nilai rapor saja tidak lagi menjadi jaminan bagi calon siswa untuk lolos. Melalui CAT, Disdik akan menguji ulang kapasitas intelektual setiap pendaftar secara real-time.

"Kami menguji kembali calon murid baru. Jadi tidak hanya bersandar pada nilai raport dan hasil tes TKA. Ini langkah kami untuk menjamin objektivitas seleksi," tegas Chondro saat memaparkan persiapan teknis di hadapan media.

Langkah ini dipandang sebagai upaya taktis pemerintah daerah untuk meminimalisir praktik "kata belece" atau intervensi pihak luar dalam proses penerimaan siswa di sekolah-sekolah unggulan.

Jadwal kritis yang perlu dicatat Disdik Kota Bekasi telah menetapkan garis waktu yang ketat bagi orang tua dan calon murid: 18 Mei – 19 Juni 2026: Masa Pra-Pendaftaran SPMB.

2 Juni 2026: Pelaksanaan Tes CAT (Hanya dua minggu setelah pembukaan pra-pendaftaran).

Persiapan Teknis Tahap Akhir saat ini, otoritas pendidikan tengah melakukan sinkronisasi sistem dan infrastruktur IT guna mencegah kendala teknis pada hari pelaksanaan.

Chondro memastikan seluruh detail teknis akan segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat dalam waktu dekat. 

Dengan diterapkannya sistem CAT, SPMB Kota Bekasi 2026 diprediksi akan menjadi standar baru seleksi daerah yang lebih kompetitif dan berintegritas. Kini, bola ada di tangan siswa: siapkan kemampuan atau tereliminasi oleh sistem.* (Wan)