Tidak Kenal Lelah, Ketum Komunitas KDM Nusantara Maraton Bentuk DPC Cianjur dan DPC Bogor Raya

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 09 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tidak Kenal Lelah, Ketum Komunitas KDM Nusantara Maraton Bentuk DPC Cianjur dan DPC Bogor Raya

Bogor, HaloBekasi.com - Seperti tidak kenal lelah, Ketua Umum (Ketum) Komunitas KDM Nusantara H.M Bachtiar, SH memimpin langsung rapat koordinasi pembentukan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten Cianjur dan DPC Bogor Raya secara maraton.

Pada Sabtu, 08 Agustus 2026 kemarin Bachtiar dengan menggunakan sepeda motor meluncur dari kediamannya di kawasan Jatisampurna Kota Bekasi ke Cianjur guna menghadiri rapat koordinasi pembentukan pengurus DPC Kabupaten Cianjur.

Rapat yang dilaksanakan di kediaman salah seorang anggota Komunitas KDM Nusantara di kawasan Pacet Cianjur yang turut di hadiri Sekjend Asep Sudarjat, dan berlangsung dari pukul. 13,00 WIB hingga 17.00 WIB itu mencapai kesepakatan terbentuknya DPC Kabupaten Cianjur, dan secara aklamasi menunjuk dan mengangkat Ridwan Rukmana sebagai Ketua, Hermana sebagai Sekretaris dan Diah Siti Salsiah, S.Pd sebagai Bendahara.

Kemudian hari ini, Minggu, 09 Agustus 2026, Bachtiar kembali memimpin rapat koordinasi pembentukan DPC Bogor Raya di sebuah rumah makan di kawasan Cilodong Kabupaten Bogor. Rapat koordinasi yang dihadiri 10 orang anggota itu mencapai kata sepakat secara aklamasi menunjuk dan mengangkat Mustopa sebagai Ketua, Muhamad Tamrin sebagai Sekretaris dan Wiwi Haswiah sebagai Bendahara.

Ketum Komunitas KDM Nusantara yang lebih akrap disapa Kang Arya ini kepada halobekasi.com menyatakan Agustus hingga November akan menjadi bulan tersibuk bagi dirinya untuk melakukan safari ke sejumlah daerah di Indonesia untuk membentuk DPD dan DPC Komunitas KDM Nusantara.

“Kalau ditanya lelah atau tidak ya sudah pasti lelah, tetapi ini sudah menjadi konsekuensi saya sebagai ketua umum untuk membentuk kepengurusan di seluruh daerah di Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa konsolidasi yang akan dilakukannya ke sejumlah daerah di Indonesia murni menggunakan biaya dari kantong pribadi.

“Iya kegiatan konsolidasi ke beberapa daerah menggunakan dana pribadi karena komunitas ini belum punya anggaran apapun, dan kami menjalankan seluruh program sosial komunitas ini berdasarkan kemampuan finansial dari masing-masing anggota secara sukarela yang di himpun melalui iuran bulanan 10 ribu rupiah,” terang Bachtiar.

Menurut Bachtiar, Komunitas KDM Nusantara didirikan berdasarkan kesepahaman pemikiran seluruh anggota untuk melakukan gerakan sosial di tengah masyarakat, di antaranya, memberikan bantuan kepada warga berupa santunan uang, pakaian, perlengkapan sekolah, juga membantu warga yang kesulitan berobat karena BPJS nya tidak aktif akibat adanya tunggakan iuran.

“Sebagai mahluk sosial kita berkewajiban membantu kesulitan orang lain, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Jangan berfikir picik dan cetek bahwa kesulitan orang lain bukan urusan kita, suatu saat kita akan membutuhkan bantuan orang lain. Kalau kita mati gak mungkin kan jenazah kita berjalan sendiri ke lubang kubur, pasti butuh bantuan orang lain untuk menggotongnya,” ujarnya.

Satu hal lagi, lanjut dia, kawan-kawan yang bergabung di komunitas ini adalah fans militan Kang Dedi Mulyadi (KDM).

“Seluruh gerakan sosial yang kami lakukan secara ikhlas tanpa pamrih apapun, kegiatan sosial yang kami lakukan karena kami menteladani jiwa sosial yang dicontohkan KDM, andaikan setiap orang yang ada di bumi Nusantara ini memiliki jiwa sosial seperti KDM tentu tak akan lagi terdengar jerit tangis orang yang kelaparan dan kesusahan," pungkasnya.* (faiz)