Proyek Drainase Depan RSUD Jatisampurna Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 22 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Proyek Drainase Depan RSUD Jatisampurna Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Bekasi, HaloBekasi.com - Saluran drainase di sepanjang jalan samping kantor Kecamatan Jatisampurna yang semula tidak berfungsi akibat pendangkalan dan menyebabkan kapasitas saluran terhenti kini telah diperbaiki oleh Pemerintah Kota Bekasi. Bahkan, gorong-gorong di depan pintu masuk RSUD Jatisampurna yang semula tersumbat dan air meluap ke jalan juga turut diperbaiki sehingga air bisa kembali mengalir. 

Namun, berdasarkan pantauan langsung awak media HaloBekasi.com dan CNI - Crimenewsinvestigasi.com pada, Rabu, 23 April 2026, pengerjaan proyek drainase dengan menggunakan beton jenis U-Ditch dan menelan anggaran Rp. 281.555.000 ini diduga dikerjakan asal asalan.

Pada gorong-gorong saluran di depan pintu masuk RSUD Jatisampurna yang telah dipasangi beton U-Ditch tersebut sepertinya tidak akan berfungsi secara maksimal, karena air yang diharapkan mengalir disaluran beton drainase justru terlihat mengalir dari bawah beton, hal itu terjadi diduga pemasangan beton U-Ditch tanpa alas dasar yang standar.

Selain itu, pada proyek drainase ini juga diduga ada kesalahan titik lokasi pengerjaan, pada papan nama proyek tertulis jelas uraian pekerjaan adalah pemeliharaan saluran depan RSUD Jatisampurna, namun kenyataan dilapangan yang dikerjakan justru saluran samping aula kantor kecamatan Jatisampurna, sedangkan saluran depan RSUD Jatisampurna tidak dilakukan perbaikan secara menyeluruh, yang dilakukan perbaikan hanya pada gorong-gorong yang tersumbat saja. 

Foto : Saluran depan RSUD Jatisampurna tidak diperbaiki?

Pengawas dari Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Adjie saat dikonfirmasi awak media di lokasi menjelaskan bahwa, dilakukan perbaikan pada saluran samping aula kantor kecamatan Jatisampurna karena kontur tanah pada saluran tersebut menanjak sehingga air dari saluran depan RSUD Jatisampurna tidak akan bisa mengalir ke saluran yang lebih tinggi, maka dilakukan prioritas perbaikan pada saluran tersebut dengan cara di gali agar memiliki ke dalaman yang sama dengan saluran depan RSUD Jatisampurna supaya air bisa mengalir.

Menurut Adjie, nilai anggaran yang tercantum di papan nama proyek tersebut tidak mencukupi perbaikan drainase sampai ke titik saluran depan RSUD Jatisampurna.

“Anggaran yang ada hanya cukup sampai di sini," ujarnya sambil memberi tahu awak media soal batas pengerjaan saluran hanya sampai depan kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Jatisampurna.

Namun, saat ditanya kapan saluran air yang di depan RSUD Jatisampurna bisa dikerjakan, Ia mengatakan, menunggu anggaran selanjutnya.

Foto: Air tidak mengaliri beton justru mengalir dari bawah beton ?

Sementara itu, Camat Jatisampurna Nata Wirya, SH, saat dikonfirmasi awak media terkait pengerjaan proyek tersebut tidak sampai ke saluran depan RSUD Jatisampurna sempat terkejut, semula ia menduga perbaikan saluran air tersebut dilakukan secara menyeluruh dari saluran samping aula kecamatan hingga ke depan RSUD Jatisampurna.

Di hadapan awak media, Nata Wirya sempat menghubungi Adjie pengawas dari Dinas BMSDA melalui sambungan telepon selulernya untuk minta penjelasan. Setelah menutup percakapan dengan Adjie melalui telepone, Camat Nata Wirya bersama beberapa awak media langsung mengecek saluran air yang ada di depan RSUD Jatisampurna, ia memastikan saluran air yang sebelumnya tersumbat dan air meluap ke jalan tersebut sudah diperbaiki.

“Saluran yang tersumbat sudah diperbaiki, air sudah mengalir kembali, sudah tidak meluap ke jalan,” ujar Nata Wirya kepada awak media sambil memperlihatkan saluran gorong-gorong depan RSUD yang sudah diperbaiki.

Namun, ketika awak media menunjukan air mengalir dari bawah beton drainase, tidak mengaliri beton sebagaimana fungsinya, ia tidak berkomentar.* (Btr/Yo/Wan)