Diwarnai Bentrokan, Ratusan Supir Angkot Bekasi Gelar Unjuk Rasa Tolak Pengoperasian Bus Trans Beken
Bekasi, HaloBekasi.com - Ratusan pengemudi angkutan kota dari sejumlah trayek di Kota Bekasi menggelar unjuk rasa di jalan Ahmad Yani. Para supir angkot memprotes kebijakan operasional bus Trans Beken yang dianggap akan mengurangi pendapatan.
Aksi unjuk rasa para supir angkot yang digelar pada, Kamis (12/02) petang ini mengakibatkan kemacetan karena tertutup oleh hampir 200 angkutan kota yang diparkirkan hingga menutup seluruh ruas jalan, tindakan ini merupakan bentuk protes para supir angkot dari sejumlah trayek di Bekasi terkait operasional bus Trans Beken.
Dalam unjuk rasa ini sempat terjadi aksi saling dorong antara supir angkot dan petugas yang hendak membuka jalan untuk kelancaran lalulintas. Para pengunjuk rasa menyampaikan tuntutan agar operasional bus Trans Beken dihentikan.
Ditengah-tengah aksi unjuk rasa ini, pihak Organda dan Dishub Kota Bekasi melakukan mediasi dan menghasilkan sejumlah poin, diantaranya Dishub Kota Bekasi akan melakukan sosialisasi untuk trayek hingga tarif Bus Trans Beken.
"Dari hasil diskusi dengan teman-teman organda dan perwakilan pengunjuk rasa ada beberapa hal yang kita sepakati bersama bahwa tarif akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Maret 2026," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Zeno Bachtiar kepada awak media.
Beberapa waktu lalu Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan angkutan moda transportasi baru Bus Trans Beken, rute trayek bus ini meliputi Terminal Bekasi - Harapan Indah, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kenyamanan warga.
Bus Trans Beken melayani lintasan pulang-pergi sepanjang 30,1 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit, didukung 9 armada bus (8 operasional dan 1 cadangan), melayani 47 titik henti, serta beroperasi setiap hari pukul 05.00–21.00 WIB. Pada tahap awal, layanan ini masih digunakan secara gratis oleh masyarakat.
“Ini memang bukan hal yang benar-benar baru, bisa dibilang lagu lama tapi dengan kaset yang berbeda. Jalur ini sudah lama kita inisiasi, dan hari ini kita wujudkan kembali dengan konsep yang lebih matang. Kota yang besar itu bisa dilihat dari sistem transportasi umumnya,” ujar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan transportasi publik di Kota Bekasi merupakan bagian dari visi besar pembangunan kota. Bahkan, saat dirinya sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, isu transportasi sudah menjadi perhatian utama.
“Transportasi publik ini menjadi salah satu bagian penting dalam RPJMD. Tujuan akhirnya sederhana, masyarakat merasa nyaman dan warganya sejahtera. Karena mobilitas yang baik akan berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup,” jelasnya.
Dalam pengoperasian Trans Beken, Wali Kota juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kerja sama antara PT Sinar Jaya dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi bukan hanya sebatas operasional, tetapi menjadi tantangan bersama dalam menyiapkan sistem transportasi masa depan yang memiliki nilai tambah.
“Ke depan tantangannya adalah bagaimana transportasi ini terus bertumbuh, value-nya bertambah, dan tidak berhenti di tengah jalan. Apalagi Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Barat pada akhir November tahun ini, tentu kebutuhan transportasi massal yang andal menjadi sangat penting,” ungkapnya.* (Btr/Yoyo)






Komentar via Facebook