Tragedi Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur, 14 Orang Meninggal Dunia

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 28 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tragedi Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur, 14 Orang Meninggal Dunia

Bekasi, HaloBekasi.com - Kecelakaan antara Kereta Commuter Line (KRL) jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya di stasiun Bekasi Timur pada, Senin (27/4/2026) malam, menjadi sebuah tragedi yang menyedihkan, tidak hanya bagi korban tetapi juga menjadi catatan kelam bagi perkeretaapian di Indonesia setelah Tragedi Bintaro pada 19 Oktober 1987 silam.

Berdasarkan data sementara, menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin tercatat 14 orang meninggal dunia. Sementara itu, 84 orang mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi, RS Mitra Timur, RS Bella, RS Mekar Sari, dan RS Bhakti Kartini. Di sisi lain, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Kecelakaan tragis ini terjadi sekira pukul 20.52 WIB di KM 28+920. Benturan keras membuat kepala lokomotif KA Argo Bromo Anggrek tembus ke dalam badan KRL Commuter Line rangkaian paling belakang yang merupakan gerbong khusus penumpang wanita.

Dalam insiden ini, Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) telah menerjunkan penyelidiknya di lapangan menandai dibukanya investigasi.

Atas kejadian ini lalu lintas perjalanan Kereta Api di lintas Jakarta sampai Cikarang lumpuh total.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Teddy Indra Wijaya dan Prasetyo Hadi, Selasa (28/4/2026) pagi, menyempatkan hadir di RSUD Bekasi, salah satu rumah sakit korban luka dirawat. Ia memerintahkan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tak terulang.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adianto Ini menegaskan, insiden ini menjadi perhatian serius negara. Kehadiran Presiden Prabowo memberi semangat bagi para korban yang sedang menjalani perawatan, sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal.

Tri Adhianto mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat sejak kejadian, mulai dari proses evakuasi hingga penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan terbaik. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan, baik dengan pihak rumah sakit maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban.

“Kami berduka atas korban yang meninggal dunia. Pemerintah Kota Bekasi akan terus hadir mendampingi keluarga korban serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik,” tutupnya.** (Btr/Yo)