Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Merencanakan Program Teater Masuk Sekolah
Bekasi, HaloBekasi.com - Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) merencanakan program teater masuk ke sekolah-sekolah di Jawa Barat. Langkah ini digagas untuk menghidupkan kembali kesenian teater dan menjadikannya sebagai sarana pendidikan karakter, kreativitas, serta pelestarian budaya daerah bagi para pelajar, hal ini ia sampaikan saat pagelaran drama kolosal “Padjajaran Gugat”, pada Sabtu malam (17/05/2026) di Gedung Sate, Kota Bandung.
Rencana ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam program Sekolah Maung (Manusia Unggul), di mana siswa tidak hanya dinilai dari kemampuan akademis, tetapi juga potensi dan bakat di bidang seni dan kreativitas.
Pada kegiatan ini, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe turut hadir menyaksikan pertunjukan yang melibatkan tokoh dan seniman nasional guna menginspirasi ekosistem seni di Jawa Barat.
“Untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah dan warisan budaya Sunda yang tumbuh di wilayah Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu,” ucap Wawali Harris Bobihoe disela-sela pagelaran kesenian tersebut.
Harris juga mengatakan, momentum ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat.
Yang berarti mengangkat kembali tradisi baik para leluhur yang dikaitkan dengan upaya menata negara atau dalam hal ini Jawa Barat, dalam nilai yang baik. Melalui gelaran ini, kembali mengenalkan budaya Tatar Sunda ke masyarakat, dalam upaya untuk kembali memajukan kebudayaan Jawa Barat.
Terkait program teater masuk ke sekolah yang di gagas Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi tentu akan menjadi kegiatan positif dikalangan siswa. Kegiatan teater sekolah akan menjadi salah satu sarana efektif dalam mengembangkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi peserta didik.
Melalui teater, siswa belajar berani tampil di depan umum, bekerja sama, dan mengendalikan emosi. Proses latihan teater melibatkan berbagai aspek seperti ekspresi wajah, pengaturan suara, serta pemahaman karakter. Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk pembelajaran yang membangun karakter siswa.* (Btr)






Komentar via Facebook