BCFM 2026 Angkat Batik dan UMKM Lokal, Tri Adhianto Ikut Melenggang di Catwalk

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 12 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

BCFM 2026 Angkat Batik dan UMKM Lokal, Tri Adhianto Ikut Melenggang di Catwalk

Panggung BCFM semakin semarak ketika Tri Adhianto Bersama Wiwik Hargono ikut melenggang dalam fashion show.

BEKASI, HaloBekasi com — Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 menjadi panggung promosi batik, produk UMKM, dan industri kreatif Kota Bekasi menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Digelar di Pakuwon Mall Bekasi pada 9–11 Oktober 2026, acara tersebut turut dimeriahkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang tampil dalam peragaan busana mengenakan batik karya perajin lokal.

BCFM merupakan agenda tahunan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi. Tahun ini, penyelenggara memadukan unsur fesyen, budaya, ekonomi kreatif, dan olahraga sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi Kota Bekasi kepada masyarakat.

Beragam produk lokal ikut dipamerkan selama tiga hari penyelenggaraan. Mulai dari busana berbasis budaya, produk kuliner, hingga kerajinan tangan karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Bekasi.

Tak hanya menjadi ruang pamer, BCFM 2026 juga dimanfaatkan untuk mempertemukan kreativitas desainer dan perajin dengan pasar yang lebih luas. Pemerintah Kota Bekasi berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat ekosistem industri kreatif sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Panggung BCFM semakin semarak ketika Tri Adhianto bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran direksi BUMD, serta Ketua Dekranasda Kota Bekasi Wiwiek Hargono ikut melenggang dalam fashion show. Mereka mengenakan batik hasil kerajinan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap karya perajin Kota Bekasi.

Pada hari terakhir, Minggu (11/10/2026), giliran perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi tampil dalam peragaan busana. Batik dipadukan dengan sportswear atau busana bernuansa olahraga, menyesuaikan tema penyambutan Porprov Jawa Barat 2026.

Melalui BCFM 2026, Dekranasda Kota Bekasi berupaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, desainer, perajin, pelaku UMKM

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, BCFM tidak semata menjadi panggung peragaan busana. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperluas pasar sekaligus mendorong kreativitas para pelaku ekonomi lokal.

“Melalui BCFM 2026, kita ingin batik, kerajinan, dan produk UMKM Kota Bekasi semakin dikenal luas. Karya lokal harus mendapatkan ruang untuk berkembang, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing,” ujar Tri.

Menurut Tri, penyelenggaraan BCFM menjelang Porprov Jabar 2026 juga menjadi momentum bagi Kota Bekasi untuk menunjukkan kesiapan menyambut atlet, ofisial, maupun masyarakat dari berbagai daerah.

“Porprov bukan hanya tentang pertandingan dan prestasi olahraga, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi Kota Bekasi. Kita ingin masyarakat bangga terhadap daerahnya, mendukung atlet yang bertanding, sekaligus ikut menggerakkan UMKM dan industri kreatif lokal,” katanya.

Melalui BCFM 2026, Dekranasda Kota Bekasi berupaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, desainer, perajin, pelaku UMKM, dan komunitas. Kolaborasi tersebut diharapkan tak berhenti pada panggung fesyen, tetapi juga membuka peluang pasar baru dan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Perpaduan batik dan nuansa olahraga dalam BCFM 2026 sekaligus menjadi cara Kota Bekasi menyambut Porprov Jawa Barat 2026 dengan membawa identitas daerah. Dari panggung fesyen, produk lokal diperkenalkan sekaligus didorong agar mampu naik kelas dan bersaing lebih luas.

(Eg@)