Dari TOGA hingga Rooftop, Tri Adhianto Siapkan RW 14 Pekayon Jaya Jadi Kampung Pasundan
Photo dok, HalloBekasi com
BEKASI, HaloBekasi.com — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyiapkan RW 14, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, sebagai Kampung Pasundan. Rencana itu disampaikan setelah Tri meninjau langsung kawasan tersebut dan melihat potensi budaya Sunda, penghijauan, serta semangat gotong royong warga yang dinilai dapat menjadi karakter kampung tematik.
Tri mengatakan RW 14 memiliki modal awal untuk dikembangkan. Sejumlah bangunan dan lingkungan permukiman dinilai telah mencerminkan nuansa kesundaan. Pemerintah Kota Bekasi akan memperkuat kawasan tersebut dengan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk penataan akses masuk.
“RW 14 yang ada di Pekayon Jaya ini kita coba jadikan sebuah kampung tematik. Sebetulnya tinggal di-upgrade lagi karena bangunannya sudah mencirikan suasana kesundaan atau Pasundan,” ujar Tri saat meninjau kawasan tersebut.
Tri juga memastikan akses menuju kawasan akan mendapat perhatian. Jalan masuk Kampung Pasundan direncanakan diperbaiki dan diaspal agar lebih nyaman bagi warga maupun masyarakat yang datang berkunjung.
“Saya sudah janji, dari depan nanti kita coba aspal, sehingga warga masyarakat yang hadir bisa melihat dan merasakan suasana Kampung Pasundan ini,” katanya.
Menurut Tri, kekuatan RW 14 tidak hanya terletak pada konsep budaya. Warga juga menjalankan praktik penghijauan yang cukup menonjol. Setiap rumah tangga diwajibkan menanam sedikitnya lima tanaman obat keluarga atau TOGA.
Tri turut melihat kreativitas warga memanfaatkan ruang terbatas untuk bercocok tanam, termasuk area rooftop. Tanaman seperti cabai dan terong dikembangkan di rumah masing-masing, kemudian hasil panennya dibagikan kepada warga lain.
“Ada yang menanam terong, ada yang menanam cabai. Ketika cabainya berbuah dibagikan kepada yang menanam terong, begitu juga terong yang berbuah dibagikan kepada yang menanam cabai,” ujar Tri.
Bagi Tri, kebiasaan tersebut memperlihatkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan sosial warga RW 14. Kampung tematik, menurut dia, bukan sekadar soal penampilan lingkungan, tetapi juga bagaimana warga membangun kepedulian dan berbagi manfaat.
Konsep Kampung Pasundan itu sekaligus diharapkan memperkuat karakter Kota Bekasi sebagai wilayah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku dan agama yang beragam. Nuansa budaya Sunda tetap dapat dikembangkan tanpa menghilangkan semangat hidup harmonis di tengah keberagaman.
Dalam pengembangan kawasan tersebut, Tri menyebut telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat mengenai rencana Kampung Pasundan. Dukungan kemudian diberikan melalui pengiriman material bambu untuk memperkuat unsur budaya Sunda di RW 14.
Tri menegaskan keberhasilan Kampung Pasundan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan warga menjadi kunci agar pengembangan kawasan berjalan berkelanjutan dan benar-benar mencerminkan kreativitas masyarakat.
“Yang paling penting adalah kerja sama masyarakat. Karena Kota Bekasi merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, sehingga semangat Pasundan juga menjadi bagian dari identitas kita,” kata Tri. (Eg@)







Komentar via Facebook