Bukan Sekadar Lomba, Inovasi Warga Jaticempaka Jadi Sorotan Penilaian Gapura Sri Baduga

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 24 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bukan Sekadar Lomba, Inovasi Warga Jaticempaka Jadi Sorotan Penilaian Gapura Sri Baduga

Photo dok, HalloBekasi com

BEKASI, HaloBekasi.com — Beragam inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat menjadi fokus penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Kota Bekasi 2026 dan Lomba Kreatif, Inovatif, dan Kolaborasi (Kreasi) TP PKK Kota Bekasi 2026 di wilayah RW 011 dan RW 06, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (24/9/2026). Penilaian lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung program, administrasi, inovasi, serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono mengatakan, peninjauan di Jaticempaka merupakan bagian dari tahapan penilaian setelah sebelumnya dilakukan pemaparan oleh pihak kelurahan mengenai potensi wilayah dan berbagai gerakan PKK yang telah dijalankan.

“Alhamdulillah hari ini saya menyelesaikan penilaian Kreasi PKK di kecamatan yang ke-11, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Kelurahan Jaticempaka. Masih ada satu kecamatan lagi yang harus saya nilai,” ujar Wiwiek.

Menurut Wiwiek, tim penilai tidak hanya melihat kesiapan wilayah dari sisi tampilan saat lomba. Penilaian juga diarahkan untuk memastikan bahwa program yang ditampilkan benar-benar merupakan gerakan masyarakat yang lahir dari persoalan dan kebutuhan warga.

Pada penilaian PKK, tim melihat pelaksanaan lima kelompok kerja (Pokja), mulai dari edukasi keluarga dan pengasuhan anak di era digital, pengembangan keterampilan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, pemanfaatan lingkungan melalui rumah sehat dan kelompok wanita tani (KWT), hingga pelayanan Posyandu yang menyesuaikan kebijakan enam standar pelayanan minimal (SPM) berbasis siklus hidup.

“Yang kami lihat bagaimana gerakan ini murni dilihat dari permasalahan yang dialami warga. Mereka mempunyai ide, kemudian bersama-sama mengatasi persoalan tersebut hingga menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Wiwiek.

Ia mengapresiasi sejumlah potensi yang ditemukan di Jaticempaka, antara lain konservasi lingkungan, seni dan budaya, serta kreativitas warga dalam memasarkan produk. Berbagai inovasi tersebut dinilai dapat menjadi praktik baik yang dikembangkan di tingkat Kota Bekasi.

Wiwiek juga mendorong Kecamatan Pondok Gede memperkuat identitas wilayah melalui konsep “Pondok Gede Kota Santri”. Menurut dia, identitas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wilayah sekaligus menggerakkan masyarakat melalui program pemberdayaan.

Sementara itu, Camat Pondok Gede Zaenal mengatakan penilaian tersebut menjadi momentum untuk melihat hasil kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kader PKK, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Sejumlah inovasi seperti Warung PKK dan KWT menjadi bagian dari upaya menjalankan 10 Program Pokok PKK sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kolaborasi dan sinergi ini diharapkan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya visi Kota Bekasi yang nyaman dan warganya sejahtera,” ujar Zaenal. (Eg@)