DPPKB Kota Bekasi Borong Lima Apresiasi BKKBN Jabar, Ini Program Unggulannya

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 23 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DPPKB Kota Bekasi Borong Lima Apresiasi BKKBN Jabar, Ini Program Unggulannya

DPPKB Kota Bekasi Borong Lima Apresiasi BKKBN Jabar, Ini Program Unggulannya

BEKASI, HaloBekasi.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi kembali mencatatkan prestasi di tingkat Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, lima penghargaan berhasil diraih dalam program pengendalian penduduk yang diberikan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat.

Lima penghargaan tersebut menjadi bagian dari tujuh kategori apresiasi yang diberikan dalam Workshop Penggerakan Kampung Keluarga Berkualitas untuk Kapitalisasi Bonus Demografi melalui Skema PJPK Tahun 2026, yang berlangsung pada 22–23 September 2026 di Kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat.

Capaian ini sekaligus memperlihatkan konsistensi Kota Bekasi dalam mengembangkan program kependudukan yang terintegrasi, berbasis data, serta melibatkan berbagai unsur di tingkat pemerintahan hingga masyarakat.

Dalam ajang tersebut, Kota Bekasi meraih penghargaan untuk Capaian Kampung Keluarga Berkualitas Berkelanjutan 100 persen, Capaian Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) 100 persen, Capaian Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk (Si Perindu), Capaian ASN Peduli Kependudukan, serta Capaian Rumah Data Kependudukan (RDK) di atas 90 persen.

Kepala DPPKB Kota Bekasi, Dr. Kusnanto, mengatakan lima penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menjalankan program pengendalian penduduk secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, Kota Bekasi mendapatkan lima penghargaan dari tujuh kategori yang diberikan oleh BKKBN Provinsi Jawa Barat. Ini merupakan sebuah apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dalam bidang pengendalian penduduk,” ujar Kusnanto.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lahir dari kerja DPPKB semata. Keberhasilan itu merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, penyuluh, kader, satuan pendidikan, hingga masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci. Semua unsur memiliki peran dalam memastikan program pengendalian penduduk berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Kusnanto menjelaskan, pembangunan kependudukan memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar mengendalikan angka pertumbuhan penduduk.

Program tersebut, kata dia, juga diarahkan untuk menyiapkan keluarga yang tangguh, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun generasi yang mampu memanfaatkan peluang bonus demografi.

“Pengendalian penduduk bukan hanya berbicara mengenai jumlah penduduk, tetapi bagaimana kita mampu menyiapkan penduduk yang berkualitas, keluarga yang tangguh, serta generasi yang mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi bonus demografi,” ujarnya.

Karena itu, DPPKB Kota Bekasi terus mendorong penguatan sejumlah program strategis, termasuk Kampung Keluarga Berkualitas, Rumah Data Kependudukan, Sekolah Siaga Kependudukan, serta Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk.

Keberadaan program tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan pembangunan tidak berjalan tanpa basis informasi yang kuat. Data kependudukan menjadi salah satu instrumen penting dalam membaca kondisi masyarakat sekaligus menentukan arah intervensi pembangunan.

Kusnanto menegaskan, penghargaan yang diterima bukan menjadi titik akhir. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi dorongan bagi DPPKB untuk mempertahankan kinerja sekaligus mencari inovasi baru.

“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita bahwa masih ada tanggung jawab yang harus terus dijalankan,” tegasnya.

Ia memastikan DPPKB Kota Bekasi akan terus melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Kami akan mempertahankan capaian yang sudah diraih dan terus melakukan inovasi agar program pengendalian penduduk semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bekasi,” lanjut Kusnanto.

Lima penghargaan tersebut juga menjadi gambaran bahwa pengendalian penduduk membutuhkan pendekatan lintas sektor. Program kependudukan berkaitan erat dengan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, ketahanan keluarga hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas menjadi salah satu strategi untuk mengintegrasikan berbagai program tersebut di tingkat masyarakat. Sementara Rumah Data Kependudukan berperan dalam menyediakan basis informasi yang dapat digunakan sebagai bahan perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Begitu pula Sekolah Siaga Kependudukan yang menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai isu kependudukan sejak dini.

Dengan capaian Kampung Keluarga Berkualitas dan Sekolah Siaga Kependudukan yang mencapai 100 persen, ditambah capaian pada program Si Perindu, ASN Peduli Kependudukan dan Rumah Data Kependudukan di atas 90 persen, DPPKB Kota Bekasi kini menghadapi tantangan untuk menjaga konsistensi capaian tersebut.

Bagi Kota Bekasi, pembangunan kependudukan bukan sekadar mengejar penghargaan. Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk memastikan pertumbuhan penduduk berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Lima apresiasi dari BKKBN Jawa Barat pun menjadi momentum bagi DPPKB Kota Bekasi untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi, sehingga bonus demografi dapat dipersiapkan melalui sumber daya manusia yang berkualitas, keluarga yang tangguh, serta pembangunan yang berbasis data.

(Eg@)