Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Aman dan Berkarakter

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 22 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hari Santri 2026, Tri Adhianto Dorong Pesantren Jadi Ruang Aman dan Berkarakter

Bekasi, HaloBekasi.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendorong pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter bagi para santri. Pesan itu disampaikan Tri saat mengikuti Pawai Hari Santri 2026 di Kota Bekasi, Kamis (22/10/2026), sebagai upaya memperkuat pendidikan santri melalui keilmuan, keagamaan, keteladanan, serta perlindungan terhadap peserta didik.

Tri mengatakan, peringatan Hari Santri tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut, menurut dia, perlu menjadi pengingat akan besarnya peran santri, pesantren, ulama, dan para pengasuh dalam membentuk karakter generasi muda.

“Santri adalah bagian penting dari masa depan Kota Bekasi. Karena itu, kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki integritas,” ujar Tri.

Menurut Tri, pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang memahami nilai-nilai agama sekaligus mampu hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

Karena itu, ia meminta seluruh unsur dalam ekosistem pendidikan, termasuk pesantren, memastikan proses pembelajaran berlangsung dalam suasana aman, sehat, dan menghormati martabat setiap santri.

“Pendidikan yang baik harus memberikan rasa aman. Anak-anak kita harus mendapatkan ruang untuk belajar, bertumbuh, menyampaikan pendapat, dan membangun masa depan dengan pendampingan yang baik,” katanya.

Tri menilai nilai-nilai yang selama ini menjadi kekuatan pendidikan pesantren, seperti akhlak, kedisiplinan, kemandirian, penghormatan kepada guru, dan kepedulian terhadap sesama, perlu terus dipertahankan dan diperkuat.

Keteladanan para pendidik dan pengasuh, kata dia, juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter santri. Nilai yang diajarkan di ruang pendidikan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Santri belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat. Karena itu, keteladanan menjadi sangat penting. Kita ingin pendidikan agama melahirkan generasi yang kuat secara ilmu, matang secara karakter, dan baik dalam perilaku,” jelas Tri.

Ia juga meminta komunikasi, pendampingan, dan pengawasan terhadap peserta didik diperkuat. Setiap persoalan yang menyangkut anak maupun santri, menurut dia, harus mendapat perhatian dan ditangani melalui mekanisme yang tepat.

“Kalau ada persoalan di lingkungan pendidikan, jangan dibiarkan. Harus ada komunikasi, pendampingan, dan penyelesaian yang tepat. Yang paling penting, kepentingan dan masa depan anak harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Tri turut mengapresiasi para santri, pengasuh pesantren, ulama, serta masyarakat yang memeriahkan Pawai Hari Santri 2026. Ia berharap semangat Hari Santri dapat diterjemahkan dalam bentuk pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Semangat Hari Santri adalah semangat untuk terus belajar, mengabdi, dan memberikan manfaat. Saya berharap santri Kota Bekasi terus menjadi generasi yang membawa kebaikan bagi keluarga, lingkungan, dan kota,” pungkasnya.

(Eg@)