Pangdam Jaya: TNI Harus Dekat dengan Rakyat, Media Jembatani Informasi

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 25 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pangdam Jaya: TNI Harus Dekat dengan Rakyat, Media Jembatani Informasi

Photo dok, HalloBekasi com

JAKARTA, HaloBekasi.com.— Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi menegaskan TNI harus hadir dan dekat dengan masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu merespons persoalan yang dihadapi warga. Pesan itu disampaikan saat Coffee Morning bersama insan media di Lapangan Tembak Falatehan, Makodam Jaya, Jakarta, Jumat (25/9/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi TNI dan pers dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Kegiatan bertema “Satu Narasi, Satu Pengabdian: Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia” tersebut mempertemukan jajaran Kodam Jaya/Jayakarta dengan insan media untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka. Melalui forum itu, kedua pihak membahas pentingnya penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab mengenai berbagai kegiatan serta pengabdian TNI di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Deddy menegaskan, kehadiran menjadi salah satu kunci pelaksanaan tugas TNI di tengah masyarakat. Prajurit tidak hanya dituntut mampu menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial dan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan warga.

 

 

“Intinya adalah kehadiran. TNI harus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” ujar Deddy.

Menurut dia, kedekatan prajurit dengan masyarakat penting agar berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui secara langsung. Komunikasi dengan warga dan unsur terkait juga diperlukan agar respons terhadap persoalan sosial dan keamanan dapat dilakukan secara tepat.

Dalam konteks tersebut, media memiliki peran strategis sebagai jembatan antara TNI dan masyarakat. Informasi mengenai kegiatan, kebijakan, maupun pengabdian prajurit tidak berhenti di lingkungan internal TNI, tetapi dapat disampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang profesional.

Deddy menilai pemberitaan yang akurat dan berimbang dapat membantu masyarakat memahami berbagai tugas serta kontribusi TNI di tengah kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka dengan media juga dapat membantu TNI memperoleh gambaran mengenai berbagai persoalan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat.

Karena itu, hubungan antara Kodam Jaya/Jayakarta dan insan pers dinilai tidak sebatas hubungan penyampaian informasi. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, dan mampu menjembatani kebutuhan informasi masyarakat dengan pelaksanaan tugas TNI.

Melalui Coffee Morning tersebut, Kodam Jaya/Jayakarta juga membuka ruang dialog dengan para jurnalis. Suasana informal dalam pertemuan itu dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi, bertukar informasi, sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai dinamika keamanan dan persoalan kemasyarakatan di wilayah Jakarta.

Bagi TNI, kehadiran di tengah masyarakat menjadi bagian dari pengabdian. Bagi media, menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam memastikan pengabdian tersebut diketahui publik. Sinergi keduanya diharapkan dapat mendukung terciptanya Jakarta yang aman, kondusif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Tema “Satu Narasi, Satu Pengabdian: Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia” pun menjadi penegasan bahwa komunikasi antara TNI, media, dan masyarakat memiliki posisi penting dalam menjaga ruang publik tetap informatif sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah Jakarta. (Eg@)