300 Kader PKK dan Posyandu Pondok Melati Diperkuat, Cecep Miftah Tekankan Data Stunting Harus Terintegrasi

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 28 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

300 Kader PKK dan Posyandu Pondok Melati Diperkuat, Cecep Miftah Tekankan Data Stunting Harus Terintegrasi

Dok, HaloBekasi.com

Bekasi, HaloBekasi.com — Sekitar 300 kader PKK dan Posyandu se-Kecamatan Pondok Melati mengikuti kegiatan penguatan kapasitas sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, penanganan stunting, gizi buruk, ibu hamil hingga lansia. Camat Pondok Melati, Cecep Miftah, menegaskan kader di tingkat lingkungan tidak cukup hanya aktif memberikan pelayanan, tetapi juga harus mampu membangun sistem pendataan yang akurat dan terintegrasi dari Posyandu, kelurahan hingga kecamatan.

Cecep mengatakan, tingginya kehadiran kader dalam kegiatan tersebut menunjukkan besarnya semangat mereka untuk tetap berada di garis depan pelayanan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu dan kader PKK se-Kecamatan Pondok Melati. Antusiasmenya luar biasa, kurang lebih 300 kader hadir,” ujar Cecep.

Menurut dia, peran Posyandu saat ini semakin luas. Kader tidak hanya berkutat pada pelayanan balita, tetapi juga ikut mengawasi persoalan stunting, gizi buruk, kesehatan ibu hamil, anak-anak hingga kelompok lanjut usia.

“Posyandu harus selalu hadir di depan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan perhatian kesehatan justru terabaikan. Mereka harus terus diawasi dan dipantau oleh kader-kader Posyandu,” katanya.

 

Camat Pondok melati  Cecep Miftha saat memberikan sambutan 

Data Tak Boleh Hanya di Atas Kertas

Cecep secara khusus menyoroti pentingnya pembenahan sistem administrasi dan pendataan. Menurut dia, persoalan kesehatan masyarakat, terutama data penanganan dan penurunan stunting, harus tercatat dalam sistem sehingga dapat dipantau secara berjenjang.

“Data penurunan stunting harus masuk dan dilaporkan ke dalam sistem. Jangan hanya ada di atas kertas. Posyandu dan PKK harus memiliki data yang sistematis,” tegasnya.

Digitalisasi tersebut, lanjut Cecep, diperlukan agar data yang dimiliki Posyandu dapat tersambung dan disinkronkan dengan kelurahan maupun kecamatan. Sarana pendukung yang diberikan Pemerintah Kota Bekasi, termasuk perangkat laptop dan fasilitas lainnya, diharapkan dapat menunjang pekerjaan para kader di lapangan.

Ia juga meminta Posyandu terus memperkuat koordinasi dengan lurah, RT, RW, serta unsur terkait lainnya untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di masing-masing wilayah.

PKK Dorong Kader Beradaptasi dengan Sistem Baru

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pondok Melati, Yeyen Apriyanti, mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas menjadi penting karena kader Posyandu memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam. Bahkan, menurut dia, terdapat kader yang telah mengabdi hingga sekitar 20 tahun.

“Pelayanan Posyandu di Kecamatan Pondok Melati sudah berjalan dengan baik. Namun, kita juga harus mempunyai data yang jelas, termasuk data by address. Kapasitas kader juga harus terus ditingkatkan,” kata Yeyen.

Menurut Yeyen, pengalaman panjang para kader merupakan modal penting. Namun, perubahan sistem pelayanan dan administrasi membuat kader juga perlu beradaptasi dengan pola kerja baru, termasuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta penguatan pendataan.

“Banyak kader yang sudah sampai 20 tahun menjadi kader Posyandu dan mungkin sebelumnya masih menggunakan cara-cara lama. Sekarang sudah ada program dan pembagian tugas pada masing-masing pelayanan Posyandu,” ujarnya.

Ia berharap pembinaan serta penyampaian materi dari narasumber PKK Kota Bekasi dapat semakin meningkatkan kemampuan kader sehingga pelayanan Posyandu di Pondok Melati menjadi lebih tertib, cepat, dan tepat sasaran.

Yeyen juga menyoroti kondisi sarana Posyandu yang belum seluruhnya memiliki bangunan khusus. Sebagian Posyandu sudah mempunyai tempat sendiri, sementara lainnya masih memanfaatkan kantor RW maupun rumah warga.

“Mudah-mudahan ke depan Posyandu yang belum mempunyai tempat sendiri bisa memiliki gedung khusus, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin maksimal,” katanya.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, Kecamatan Pondok Melati mendorong Posyandu dan PKK tidak sekadar menjadi pelaksana kegiatan rutin, tetapi berkembang sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang ditopang kader berkualitas serta sistem data yang terintegrasi.* (Eg@)