Camat Jatisampurna Nata Wirya Soroti Penataan Kampung Adat Kranggan, Identitas Sunda di Bekasi Harus Tetap Terjaga

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 26 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Camat Jatisampurna Nata Wirya Soroti Penataan Kampung Adat Kranggan, Identitas Sunda di Bekasi Harus Tetap Terjaga

Bekasi, HaloBekasi.com — Camat Jatisampurna, Nata Wirya, S.Sos.,M.Si. menyoroti pentingnya pelestarian dan penataan Kampung Adat Kranggan yang berada di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Perhatian terhadap kawasan adat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Sunda di tengah pesatnya modernisasi perkotaan.

Hal itu disampaikan Nata Wirya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komunitas KDM Nusantara di Jatisampurna, Kota Bekasi, Minggu (25/10/2026).

Menurut Nata Wirya, Kampung Adat Kranggan merupakan salah satu permukiman adat tertua di Bekasi yang hingga kini masih konsisten menjaga tradisi, budaya, serta kearifan lokal Sunda.

Keberadaan kampung adat tersebut dinilai memiliki nilai historis dan budaya yang penting bagi masyarakat. Karena itu, upaya pembenahan kawasan perlu dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter asli dan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ia menjelaskan, rencana penataan kawasan diarahkan pada sejumlah aspek mendasar, mulai dari peningkatan kualitas rumah warga yang kurang layak huni, penataan kebersihan lingkungan permukiman, hingga penguatan identitas budaya Kampung Adat Kranggan.

Menurutnya, pembenahan tersebut tidak boleh menghilangkan ciri khas kampung adat. Sebaliknya, penataan harus menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menjaga warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

“Penataan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan dan rumah warga yang kurang layak, menata kebersihan permukiman, serta memperkuat branding budaya Kampung Adat Kranggan tanpa merusak karakter aslinya,” ujar Nata Wirya.

Perkuat Identitas Sunda di Tengah Modernisasi

Nata Wirya menilai, pelestarian Kampung Adat Kranggan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keberlanjutan tradisi dan penguatan identitas masyarakat Sunda di Kota Bekasi.

Di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang semakin pesat, keberadaan kampung adat menjadi pengingat pentingnya menjaga akar budaya dan kearifan lokal.

Karena itu, penguatan branding budaya dinilai penting agar Kampung Adat Kranggan semakin dikenal sebagai kawasan bersejarah yang memiliki kekayaan tradisi dan identitas Sunda yang kuat.

Upaya tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur sekaligus mendorong kepedulian generasi muda untuk melestarikan budaya daerah.

“Harapannya, identitas Sunda di Bekasi tetap kokoh dan terjaga. Modernisasi boleh berkembang, tetapi tradisi, budaya, dan kearifan lokal jangan sampai hilang,” pungkasnya.

Rakornas Komunitas KDM Nusantara Perkuat Persaudaraan

Rakornas Komunitas KDM Nusantara yang mengusung tema “Memperkuat Persaudaraan dan Membangun Nusantara” menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat komunikasi, solidaritas, dan koordinasi antarpengurus di berbagai daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus pusat, perwakilan daerah, serta anggota Komunitas KDM Nusantara.

Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara, H.M. Bachtiar, bersama jajaran pengurus turut mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi sambutan, prosesi penyerahan seragam organisasi secara simbolis, serta sidang pembacaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dilanjutkan dengan dialog interaktif.

Melalui Rakornas ini, Komunitas KDM Nusantara diharapkan semakin memperkuat peran organisasi dalam membangun persaudaraan, mempererat hubungan dengan masyarakat, serta mendukung upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal Nusantara.* (jon)