Walkota Kanada Berdarah Indonesia Lirik Bekasi, Tri Adhianto Buka Pintu Sister City

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 31 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Walkota Kanada Berdarah Indonesia Lirik Bekasi, Tri Adhianto Buka Pintu Sister City

Dok, HaloBekasi.Com

Kota Bekasi, HaloBekasi.com -  berpeluang memperluas jejaring kerja sama internasional setelah Wali Kota Terpilih Mississauga, Ontario, Kanada, Alvin Tedjo, memberi sinyal ketertarikan menjajaki sister city dengan salah satu kota di sekitar Jakarta yang memiliki karakter ekonomi serupa dengan Mississauga.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyambut positif peluang tersebut. Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, terbuka membangun komunikasi dengan Mississauga sepanjang kerja sama yang dirancang mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua kota.

“Ya, tentu kita menyambut baik. Kalau memang ada ketertarikan untuk menjalin komunikasi dan menjajaki kerja sama dengan Kota Bekasi, tentu kita terbuka,” ujar Tri.

Nama Alvin Tedjo menjadi perhatian setelah memenangkan pemilihan Wali Kota Mississauga pada 26 Oktober 2026. Politikus berusia 43 tahun itu merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia. Kedua orang tuanya berasal dari Indonesia dan telah menetap di Kanada sejak dekade 1970-an.

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Kamis (29/10/2026), Alvin mengungkapkan keinginannya mencari kota di Indonesia yang memiliki karakteristik ekonomi serupa dengan Mississauga. Ia memberikan petunjuk bahwa kota tersebut berada di sekitar Jakarta dan namanya berawalan huruf “B”.

Sinyal itu membuka kemungkinan Kota Bekasi menjadi salah satu daerah yang dilirik untuk membangun hubungan antarkota dengan Mississauga.

Farmasi hingga Aerospace Jadi Peluang Kolaborasi

Tri menegaskan, kerja sama antarkota tidak boleh berhenti sebatas seremoni. Menurut dia, kolaborasi harus dibangun berdasarkan kesamaan potensi, kebutuhan, dan kepentingan kedua daerah sehingga menghasilkan program konkret bagi masyarakat.

Sejumlah sektor unggulan Mississauga dinilai memiliki potensi untuk dijajaki bersama Kota Bekasi, mulai dari farmasi, ilmu hayati, aerospace, manufaktur maju, penelitian hingga pengembangan teknologi.

“Kalau kita bicara farmasi, teknologi, manufaktur atau pengembangan industri, tentu menarik untuk kita pelajari. Bekasi juga punya aktivitas industri dan ekonomi yang cukup besar,” kata Tri.

Ia melihat peluang kerja sama tersebut dapat diarahkan pada investasi, transfer pengetahuan dan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga pengembangan sektor industri.

“Kita ingin melihat peluang apa yang bisa dikembangkan bersama, termasuk investasi, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun pengembangan teknologi,” ujarnya.

Bekasi Bidik Jejaring Internasional

Tri menjelaskan, upaya memperluas jejaring internasional sejalan dengan arah pembangunan Kota Bekasi dalam RPJMD 2025–2029. Pengembangan kerja sama sister city menjadi salah satu agenda untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Menurutnya, hubungan antarkota di tingkat internasional dapat membuka akses pertukaran pengalaman dan pengetahuan dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, teknologi dan pelayanan publik hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kita memang punya rencana untuk menambah jejaring sister city dengan beberapa kota di luar negeri. Jadi, peluang seperti ini tentu menarik,” ungkap Tri.

Meski demikian, Tri menegaskan penjajakan harus diawali komunikasi resmi untuk memetakan kesamaan potensi sekaligus bentuk kerja sama yang dapat memberikan keuntungan bagi kedua kota.

“Jadi kita lihat saja perkembangannya. Yang penting ada komunikasi dulu. Kalau memang cocok dan ada manfaatnya bagi kedua kota, tentu akan kita tindak lanjuti,” tutupnya.* (Eg@)