Peluang Usaha Bagi Anggota, Komunitas KDM Nusantara Kembangkan UMKM Telur Asin, Asosiasi Warteg Dukung Perluasan Pasar
Foto : H.M Bachtiar, S.H., Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara
Bekasi, HaloBekasi.com – Komunitas KDM Nusantara terus memperluas kiprahnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kali ini, organisasi tersebut mengembangkan usaha produksi telur asin premium di Kota Bekasi sebagai salah satu upaya membuka peluang usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi anggota.
Program UMKM ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk membangun jaringan pemasaran yang lebih luas. Produk telur asin hasil produksi binaan Komunitas KDM Nusantara akan dipasarkan secara langsung kepada warung, rumah makan, hingga usaha katering di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya.
Langkah pengembangan usaha tersebut mendapat dukungan dari para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Warteg Indonesia. Dukungan ini diharapkan menjadi peluang strategis untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus membuka akses pasar bagi produk telur asin premium.
Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara, H.M Bachtiar, S.H., kepada halobekasi.com mengatakan, bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada anggota.
“Alhamdulillah, para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Warteg Indonesia memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM Komunitas KDM Nusantara,” kata H.M Bachtiar, Jumat ( 30/10).
Kami ingin memberikan kesempatan dan peluang kepada anggota Komunitas KDM Nusantara yang berminat membuka usaha produksi telur asin. Sebelum memulai usaha, mereka akan terlebih dahulu mendapatkan pelatihan mengenai teknik pembuatan telur asin premium.
"Untuk pemasaran, peluangnya terbuka lebar karena kami mendapatkan dukungan dari Asosiasi Warteg Indonesia," ujarnya.
DPP Siapkan Permodalan, DPC Menyiapkan Tempat dan SDM
Dalam pelaksanaannya, Komunitas KDM Nusantara telah menyiapkan pola kerja sama antara pengurus pusat, pengurus daerah dan pengurus cabang untuk mendukung pengembangan unit usaha produksi telur asin.
Melalui skema tersebut, pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang berminat mengembangkan usaha cukup menyiapkan tempat produksi dan sumber daya manusia (SDM) yang akan menjalankan operasional usaha.
Sementara itu, kebutuhan permodalan akan dipersiapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komunitas KDM Nusantara melalui sistem kerja sama bagi hasil.
Menurut H.M Bachtiar, pola tersebut dirancang agar anggota memiliki kesempatan lebih mudah untuk memulai usaha tanpa harus menanggung seluruh kebutuhan awal secara mandiri.
“Kami ingin mempermudah anggota yang ingin menjadi pelaku usaha. Pengurus DPC cukup menyiapkan tempat dan SDM-nya. Untuk pemasaran akan kami bantu dan dampingi sampai usaha tersebut berjalan stabil,” imbuhnya.
Sedangkan untuk modal, lanjutnya, akan dipersiapkan oleh DPP Komunitas KDM Nusantara dengan sistem bagi hasil. Dengan pola ini, kami berharap anggota memiliki kesempatan untuk membangun usaha produktif tanpa harus berjalan sendiri.
Perluas Peluang Usaha dan Lapangan Kerja
Pengembangan UMKM telur asin ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun kemandirian ekonomi anggota Komunitas KDM Nusantara.
Selain membuka peluang bagi anggota untuk menjadi pelaku usaha, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Dengan adanya dukungan jaringan pemasaran dari para pengusaha warteg, rumah makan, dan sektor usaha kuliner lainnya, produk telur asin binaan Komunitas KDM Nusantara diharapkan memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ke depan, program ini ditargetkan dapat dikembangkan secara bertahap melalui jaringan kepengurusan DPC Komunitas KDM Nusantara di berbagai daerah.
Organisasi Harus Hadirkan Manfaat Nyata Bagi Anggota
H.M Bachtiar menegaskan bahwa keberadaan organisasi harus mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam membangun hubungan silaturahmi, tetapi juga dalam menciptakan peluang dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya anggota, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami ingin anggota Komunitas KDM Nusantara tidak hanya berkumpul dalam organisasi, tetapi juga tumbuh bersama, memiliki peluang usaha, mandiri secara ekonomi, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," tegasnya.
Melalui pengembangan UMKM produksi telur asin ini, Komunitas KDM Nusantara berharap dapat membangun ekosistem usaha yang saling mendukung antara organisasi, anggota, dan pelaku usaha.
Semangat kebersamaan diharapkan tidak berhenti sebagai slogan organisasi, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata dalam membuka kesempatan usaha, memperkuat ekonomi anggota, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.* (JH)







Komentar via Facebook