H.M Bachtiar Hari Ini Bertolak ke Kalimantan Tangah, Penuhi Undangan Masyarakat Kotawaringin Barat

Avatar photo

Tim Halo Bekasi - Admin

, 30 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

H.M Bachtiar Hari Ini Bertolak ke Kalimantan Tangah, Penuhi Undangan Masyarakat Kotawaringin Barat

Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara, H.M Bachtiar, S.H.

Bekasi, HaloBekasi.com - Setelah sukses menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komunitas KDM Nusantara pada, Minggu (25/10/2026) di Jatisampurna Kota Bekasi, H. Mursali Bachtiar, S.H., Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara langsung mengagendakan kunjungan ke sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah.

H. Mursali Bachtiar, S.H., kepada halobekasi.com mengatakan hari ini dirinya akan bertolak ke Kalimantan Tengah guna memenuhi undangan paguyuban masyarakat Sunda di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

“Iya, Insya Allah hari ini saya akan berkunjung ke Kalimantan Tengah memenuhi undangan paguyuban masyarakat Sunda di Kotawaringin Barat. Selain bersilaturahmi, tujuan lainnya tentu saja membangun kesepahaman dengan saudara-saudara kita disana untuk membentuk Dewan Pengurus Daerah Komunitas KDM Nusantara provinsi Kalimantan Tengah,” kata Bachtiar, Kamis (29/10/2026).

Menurut Bachtiar, undangan dari paguyuban masyarakat Sunda Kotawaringin Barat sebenarnya sudah lama dia terima, namun dirinya baru sempat hari ini untuk memenuhinya.

“Saya sangat mengapresiasi undangan ini terlebih lagi sudah ada kesepakatan walau baru sebatas lisan untuk membentuk kepengurusan Komunitas KDM Nusantara di Kalimantan Tengah, dan ini sudah menjadi cita-cita kita bersama untuk melebarkan sayap komunitas, dan targetnya harus terpenuhi, 2029 Komunitas KDM Nusantara harus sudah berdiri di 38 provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Melebarkan sayap organisasi di seluruh wilayah, lanjut Bachtiar, memiliki tingkat kepentingan yang sangat krusial dan strategis. Di era globalisasi dan interkoneksi saat ini, keberhasilan seorang pemimpin tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang ia ketahui (internal), tetapi juga oleh siapa yang ia kenal dan bagaimana ia mengintegrasikan potensi eksternal tersebut.

“Kita harus bisa membuktikan kepada publik bahwa organisasi kita aktif, solid, dan memiliki manajemen yang sehat,” pungkasnya.* (eg)