Nyari Gawe Buka Akses 32 Ribu Lowongan, Pemkot Bekasi Dorong Warga Hindari Calo Kerja
BEKASI, HaloBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi Nyari Gawe untuk mengakses lebih dari 32 ribu lowongan pekerjaan melalui jalur resmi. Platform yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu menjadi upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung sekaligus menekan praktik percaloan dan pungutan liar dalam proses rekrutmen.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan bursa kerja daring yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Melalui platform digital tersebut, pencari kerja dapat memperoleh informasi lowongan sekaligus mendaftarkan diri sesuai persyaratan perusahaan.
Nyari Gawe menyediakan informasi kesempatan kerja dari berbagai perusahaan dan dapat diakses melalui perangkat Android maupun iOS. Lowongan yang tersedia terbuka bagi beragam jenjang pendidikan, mulai dari lulusan SD, SMP, SMA, SMK hingga perguruan tinggi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap Nyari Gawe cukup tinggi meskipun platform tersebut baru beberapa hari diperkenalkan. Hal itu terlihat dari sejumlah posisi yang jumlah pendaftarnya telah melampaui kuota tenaga kerja yang dibutuhkan.
Menurut Tri, digitalisasi informasi ketenagakerjaan penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa proses mencari pekerjaan dapat dilakukan melalui jalur resmi, transparan, dan tanpa perantara.
“Sekarang sudah tidak ada waktunya lagi melalui calo. Beberapa waktu lalu ada warga masyarakat yang merasa tertipu, bukan hanya warga Kota Bekasi, tetapi juga warga dari luar daerah yang masih mengandalkan sistem perekrutan tenaga kerja secara tatap muka,” ujar Tri.
Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan, terutama untuk penempatan di luar negeri. Legalitas perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) harus dipastikan sebelum calon pekerja mengikuti proses keberangkatan.
Tri mengungkapkan masih terdapat warga Kota Bekasi yang bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Cara tersebut berisiko membuat pekerja kehilangan kepastian pekerjaan, jaminan keselamatan, hingga akses perlindungan dan komunikasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia di negara tujuan.
Karena itu, informasi lowongan kerja luar negeri melalui P3MI yang terverifikasi diharapkan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ilegal.
Selain jenjang pendidikan yang beragam, persyaratan usia dalam lowongan di Nyari Gawe juga bervariasi. Sejumlah kesempatan kerja dapat diakses masyarakat hingga usia 45 tahun, bergantung pada kebutuhan dan persyaratan masing-masing perusahaan.
Tri menilai perluasan akses informasi pekerjaan menjadi penting di tengah tingkat pengangguran Kota Bekasi yang disebut masih berada di kisaran 7 persen. Pemerintah berharap kemudahan akses lowongan dapat memperbesar kesempatan masyarakat memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong optimalisasi Nyari Gawe sebagai kanal yang mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung. Perusahaan juga didorong aktif memasukkan kebutuhan tenaga kerjanya ke dalam aplikasi.
Dengan mekanisme tersebut, pencari kerja dapat mengetahui kebutuhan perusahaan dan melakukan pendaftaran tanpa harus melalui pihak ketiga yang berpotensi melakukan pungutan liar.
Upaya itu diperkuat melalui penyelenggaraan bursa kerja daring yang digelar bergilir setiap pekan di sejumlah kawasan industri dan perusahaan di Jawa Barat. Program tersebut juga digunakan untuk memperkenalkan kawasan industri baru serta daerah yang tengah mengembangkan sektor industri.
Bursa kerja daring tersebut kini telah memasuki edisi keenam dan sebelumnya diselenggarakan di enam kabupaten/kota di Jawa Barat.
Pada pelaksanaan pekan ini, tercatat 2.887 lowongan dari 23 perusahaan untuk 68 jenis jabatan. Kesempatan kerja mencakup penempatan di dalam maupun luar negeri, sedangkan informasi pekerjaan luar negeri disalurkan melalui P3MI.
Secara keseluruhan, lebih dari 32 ribu lowongan pekerjaan telah tersedia melalui aplikasi Nyari Gawe dan dapat diakses masyarakat sesuai kualifikasi masing-masing.
Disnakertrans Jawa Barat juga secara berkala memublikasikan informasi lowongan dari mitra P3MI melalui kanal media sosial resmi. Langkah tersebut dilakukan agar calon pekerja lebih mudah mendapatkan informasi sekaligus memeriksa legalitas perusahaan penempatan.
Jumlah lowongan dalam bursa kerja daring disebut terus bergerak mengikuti kebutuhan rekrutmen perusahaan dan penyelenggaraan job fair di masing-masing daerah.
Di Kabupaten Karawang, misalnya, job fair sebelumnya menyediakan sekitar 1.400 lowongan. Sepekan kemudian, bursa kerja daring tingkat provinsi kembali digelar dengan menyediakan 844 kesempatan kerja.
Ke depan, Disnakertrans Jawa Barat akan terus mendorong perusahaan memasukkan informasi kebutuhan tenaga kerja secara langsung melalui Nyari Gawe. Semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi, semakin luas pula kesempatan pencari kerja memperoleh informasi yang resmi, transparan, dan terhindar dari praktik percaloan.
(Eg@)







Komentar via Facebook